Analisis Hukum Islam Terhadap Pasal 173 Huruf A KHI Tentang Penganiayaan Berat Sebagai Alasan Penghalang Mewarisi

Ghoyali Moenir/032111132/Al Ahwal Al-Syahsiyah

ABSTRAK

Salah satu yang terpenting dalam hukum Islam adalah hukum kewarisan Islam. Dalam skripsi ini, terdapat permasalahan yang akan penulis angkat dalam tema tersebut. Diantara permasalahanya adalah a). Bagaimanakah penganiayaan berat sebagai alasan penghalang mewarisi dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI)? b). Apakah dasar hukum Kompilasi Hukum Islam  (KHI) menjadikan penganiayaan berat sebagai alasan penghalang mewarisi dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI)?

Permasalahan yang penulis angkat sangat penting untuk diteliti, karena sebagian besar masyarakat belum mengetahui bahwa “penganiayaan berat” dapat menjadi alasan penghalang mewarisi dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Pada umumnya masyarakat hanya mengetahui macam-macam penghalang mewarisi dalam kitab-kitab fiqih mawaris.

Sebagaimana mareri penghalang mewarisi yang ada dalam Kompilasi Hukum Islam, disini penulis melihat perbedaan yang sangat siknifikan antara Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan kitab-kitab fiqih mawaris. Diantara perbedaan tersebut adalah pada kategori penghalang mewarisi. Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang menjadi penghalang mewarisi, yaitu: beda agama, membunuh, mencoba membunuh, penganiayaan berat terhadap pewaris dan memfitnah. Sedangkan menurut fiqih mawaris, penghalang mewarisi terdapat 4 (empat) macam, yaitu: membunuh, beda agama, perbudakan dan beda Negara. Adapun beda Negara masih menjadi perdebatan.

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan antara Kompilasi Hukum Islam dan fiqih mawaris. Meskipun secara redaksional, KHI dan fiqih mawaris berbeda. Akan tetapi pada hakekatnya secara ide mereka sepakat bahwasanya penganiayaan berat dapat menjadi alasan penghalang mewarisi dalam hukum kewarisan Islam.

Sejarah pembuatan Kompilasi Hukum Islam membuktikan bahwa sumber utama KHI adalah berasal dari kitab-kitab fiqih. Kompilasi Hukum Islam dibuat melalui proses yang panjang dalam sebuah lokakarya yang diikuti oleh sebuah pakar di bidang hukum dari fakultas Syari’ah IAIN seluruh Indonesia, para hakim Peradilan Agama, cendikiawan muslim dan ulama-ulama fiqih dari berbagai organisasi Islam serta tokoh-tokoh terkemuka dalam masyarakat.

Dari hasil penelusuran penulis adalah penganiayaan berat secara meyakinkan dapat menjadi alasan penghalang mewarisi. Dan setelah penganiayaan berat diqiyaskan dengan pembunuh ternyata keduanya memiliki illa’ yang sama, yaitu putusnya tali silaturrahmi, dugaan mempercepat prosesnya pembagian harta waris dan keduanya adalah tindak pidana.

%d blogger menyukai ini: