Studi Analisis Terhadap Pendapat Muhammad Abdul Mannan Tentang Asuransi Dalam Pandangan Syari’at Islam

Rifqi Rakhman/032311219/Muamalah

ABSTRAK

Salah satu tindakan yang diambil di masa modern untuk pengaturan ekonomi dan keuangan ialah asuransi. Saat ini asuransi telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan industri sebagaimana halnya dalam organisasi perdagangan, industri, dan pertanian skala besar. Asuransi, pada awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan menghindari kesulitan pembiayaan. Sebagai perumusan masalah yaitu bagaimana pendapat Muhammad Abdul Mannan tentang asuransi dalam pandangan syari’at Islam? Bagaimana metode istinbat hukum Muhammad Abdul Mannan tentang asuransi dalam pandangan syari’at Islam?

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primernya yaitu buku karya Muhammad Abdul Mannan yang berjudul: Islamic Economics, Theory and Practice, sedangkan sumber data sekundernya yaitu literatur lainnya yang relevan dengan judul di atas. Dalam pengumpulan data ini penulis menggunakan teknik dokumentasi atau studi dokumenter dan dianalisis dengan analisis deskriptif. Sesuai dengan namanya, metode penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, yaitu gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fenomena atau hubungan antar fenomena yang diselidiki. Dengan kata lain, metode deskriptif menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian, dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. Jadi, metode deskriptif menekankan gambaran objek yang diselidiki dalam keadaan sekarang (pada waktu penelitian dilakukan). Oleh karena itu analisis ini hendak menggambarkan atau menguraikan pendapat Muhammad Abdul Mannan tentang asuransi dalam pandangan syari’at Islam.

Hasil pembahasan dapat dijelaskan bahwa menurut Muhammad Abdul Mannan, dewasa ini umat Islam dibolehkan melakukan praktek. Menurut Muhammad Abdul Mannan di kalangan umat muslim terdapat kesalah pahaman, bahwa asuransi itu tidak Islami. Padahal menurutnya, umat Islam boleh saja mengadakan asuransi karena asuransi bertujuan antara lain yaitu menghindar dari suatu resiko yang tidakdiharapkan, dan asuransi membantu tercapainya tujuan ini. Menurutnya, terdapat sekelompok orang yang tak dapat membedakan antara asuransi dengan perjudian. Mereka menyamakan asuransi dengan spekulasi. Padahal dengan asuransi orang yang menjadi tanggungan dari seorang yang meninggal dunia terlebih dahulu dapat menerima keuntungan lumayan untuk sejumlah kecil uang yang telah dibayar almarhum sebagai premi. Tampaknya hal ini seperti sejenis perjudian. Tapi perbedaan antara asuransi dan perjudian adalah fundamental, karena dasar asuransi adalah kerja sama yang diakui dalam Islam. Istinbat hukum yang digunakan Muhammad Abdul Mannan dalam menjustifikasi keberadaan asuransi sebagai berikut: Al-Qur’an Surat Hud, 11: 6; Surat An-Naml, 27: 64; Surat Al-Hijr, 15: 20; dan Surat Al Baqarah, 2:219.

%d blogger menyukai ini: