Studi Analisis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Semarang No: 0017/Pdt.P/2007/PA.Smg. Tentang Pengangkatan Anak Oleh Private Adoption

Amin Azharuddin/2103103/Al Ahwal Al Syakhsiyah

ABSTRAK

Untuk memperoleh anak, berbagai cara dilakukan oleh manusia, seperti mengadopsi/mengangkat anak orang lain, baik dari anak keluarganya, maupun bukan, untuk menjadi anaknya seperti halnya anak kandung, mengambil nasab darinya, mewarisi harta peninggalannya kelak, setelah ia meninggal dan lain-lain. Sebagai perumusan masalah yaitu bagaimana putusan Pengadilan Agama Semarang No: 0017/Pdt.P/2007/PA.Smg., tentang pengangkatan anak oleh private adoption? Apakah yang menjadi pertimbangan hukum Pengadilan Agama Semarang No: 0017/Pdt.P/2007/PA.Smg., tentang pengangkatan anak oleh private adoption?

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dokumentasi. Sumber data primernya yaitu data yang diambil dari data dalam bentuk dokumen putusan pengadilan yaitu putusan Pengadilan Agama Semarang No: 0017/Pdt.P/2007/PA.Sm. sedangkan sumber data sekundernya yaitu literatur lainnya yang relevan dengan judul di atas. Dalam pengumpulan data ini penulis menggunakan dokumentasi dan Interview (wawancara) dengan analisis data kualitatif.

Hasil penulisan menunjukkan bahwa putusan Pengadilan Agama Semarang No: 0017/Pdt.P/2007/PA.Smg. Tentang Pengangkatan Anak oleh Private adoption yaitu menetapkan anak yang bernama Pratiwi Kartika Ratri binti Gatot Hadi Wasono, lahir tanggal 04 April 1996 adalah anak angkat Pemohon (Sri Suharti,Bc.Hk binti Marto Ngumar). Putusan Pengadilan Agama Semarang menetapkan bahwa si anak tetap mempunyai hubungan kerabat dengan orang tua asalnya dan tetap berada di luar lingkaran kekerabatan orang tua yang mengangkatnya, dalam segala akibat hukumnya. Putusan tersebut sesuai dengan hukum Islam. Al-Qur’an tidak mengenal lembaga anak angkat atau yang dikenal dengan adopsi dalam arti terlepasnya anak angkat dari kekerabatan orang tua asalnya dan beralih ke dalam kekerabatan orang tua angkatnya. Al-Qur’an mengakui bahkan menganjurkan mengangkat anak orang lain dalam arti pemeliharaan. Pertimbangan hukum yang digunakan Pengadilan Agama Semarang pada intinya yaitu pertama, mengacu pada penjelasan Pasal 49 huruf (a) angka 37 Undang-Undang Nomor 20 Undang- undang Nomor 7 tahun 1989 yang telah diamandement dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 2006. Kedua,  UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. UU No.4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Ketiga, pengangkatan anak telah dikenal dalam hukum Islam sejak zaman Rasulullah Saw., dan bahkan Rasulullah Saw., sendiri pernah mempraktekkannya yaitu mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai anak angkatnya

%d blogger menyukai ini: