Studi Manajemen Kelas di SD Sekolah Alam Ungaran (saung) Semarang

Zuhrotun Nafisah (NIM. 063311035).Studi Manajemen Kelas di Sekolah Alam Ungaran (SAUNG). Skripsi. Semarang: Program Strata 1 Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Rumusan Masalah: 1). Bagaimana pelaksanaan manajemen kelas di SD Sekolah Alam Ungaran (SAUNG) Semarang?, 2). Apa keunggulan komperatif yang dimiliki dalam pelaksanaan manajemen kelas di SD Sekolah Alam Ungaran (SAUNG) Semarang?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini berupa teknik analisis deskriptif, yaitu metode analisis data yang berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. temuan penelitian ini yaitu meliputi: 1). Lingkungan belajar yang ada di SD SAUNG terbagi menjadi dua, yaitu pertama lingkungan belajar indoor, kedua lingkungan belajar outdoor. Pelaksanaan manajemen kelas yang ada di SD SAUNG pada pembelajaran secara indoor dan outdoor meliputi dua hal, pertama: pengaturan orang (peserta didik), dilakuan dengan pengorganisasian siswa (dimana siswa diberikan beban kerja seperti piket kelas, piket menjadi muadzin, ada juga kelas yang memiliki stuktur kepengurusan, ketika pembelajaran di luar kelas, pengorganisasian siswa dilaksanakan secara sederhana, dengan membagi siswa  dalam kelompok-kelompok kecil), kemudian  penugasan siswa (tugas bersifat kelompok dan individu, seperti diskusi, mengarang, ataupun mengerjakan LK), pembimbingan dan pembinaan (disamping menjadi fasilitator dalam belajar guru menjadi teladan di dalam kelas, guru selalu memberikan pengarahan pada siswa), kedisiplinan siswa (dengan ditetapkan aturan-aturan yang dibuat oleh siswa dan disepakati secara bersama), raport dan kenaikan kelas (raport di SD SAUNG ada dua macam, pertama laporan penilaian secara akademik, kedua laporan terkait perkembangan anak, yakni perkembangan aqidah, ibadah, akhlak, kepemimpinan, dan tahfidz). Kedua: pengaturan fasilitas, dengan kelas berupa saung dengan model semi terbuka, pembelajaran dilaksanakan secara lesehan, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan ruang kelas, dan pengontrolan ventilasi dan tata cahaya. Ketika pembelajaran di luar kelas, guru memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah seperti area bermain, berkebun, outbound, kolam pasir dan alat-alat permainan edukatif seperti balok kayu. 2). Keunggulan komperatif yang dimiliki dalam pelaksanaan manajemen kelas di SD SAUNG adalah suasana kelas selalu menyenangkan, siswa lebih aktif dan kritis, siswa memahami pelajaran tidak hanya secara teori, hubungan yang interaktif antara guru, siswa, dan orangtua, lingkungan sekolah yang menyehatkan. Dengan manajemen kelas yang dilakukan oleh guru di SD SAUNG, pembelajaran dapat dilakukan dengan baik, terbukti dengan siswa selalu berperan aktif dalam pembelajaran dan siswa mampu melaksanakan evaluasi yang dilakukan oleh guru.

Selanjutnya, semoga penelitian ini diharapkan menjadi khazanah dan masukan bagi pengelola SD SAUNG, bahan informasi bagi civitas akademika dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

%d blogger menyukai ini: